Headlines
Tampilkan postingan dengan label Berita Luar Negeri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Luar Negeri. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 Juni 2012

Putin Ingatkan Israel Akan Menyesal Jika Serang Iran


Putin dan Peres (Press TV)
Yerusalem, Presiden Rusia Vladimir Putin mengingatkan rezim Israel soal konsekuensi serangan militer terhadap Iran. Putin mendesak Israel untuk berpikir masak-masak sebelum melakukan sesuatu yang akan disesali kemudian.

"Lihat apa yang terjadi pada Amerika di Afghanistan dan di Irak. Saya mengatakan hal yang sama pada Obama (Presiden AS Barack Obama-red)," kata Putin dalam pertemuan dengan Presiden Israel Shimon Peres seperti dilansir media Press TV, Rabu (27/6/2012).

"Irak memiliki rezim pro-Iran setelah semua yang terjadi di sana. Hal-hal ini harus dipikirkan jauh-jauh sebelum melakukan sesuatu yang akan disesali nanti," tegas Putin. "Kita tak boleh bertindak secara prematur," imbuhnya.

Putin melakukan lawatan ke Israel pada Senin, 25 Juni waktu setempat untuk mengadakan pembicaraan dengan pejabat-pejabat Israel mengenai isu nuklir Iran serta krisis Suriah. 

Seperti diketahui, Amerika Serikat, Israel dan beberapa sekutu mereka menuduh Iran diam-diam berupaya mengembangkan senjata nuklir lewat program nuklir yang dijalankannya. Negara-negara tersebut terus mendesak Iran untuk menghentikan aktivitas pengayaan uranium yang dilakukannya. 

Namun Teheran membantah keras tuduhan tersebut. Ditegaskan bahwa program nuklirnya semata-mata untuk tujuan damai, yakni sebagai pembangkit energi bagi kepentingan sipil.
(ita/vta) 

NATO Kecam Keras Penembakan Jet Tempur Turki oleh Suriah


Foto: Press TV
Ankara, NATO mengecam keras penembakan jet tempur Turki oleh militer Suriah. NATO pun menyampaikan dukungan kuat dan solidaritas untuk Turki atas kejadian tersebut.

"Kami menganggap tindakan ini tak bisa diterima dan kami mengecamnya sekeras mungkin," kata kepala NATO Anders Fogh rasmussen seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (26/6/2012).

"Sekutu-sekutu telah menyampaikan dukungan kuat dan solidaritas mereka untuk Turki," imbuhnya usai pertemuan darurat NATO yang digelar hari ini untuk membahas penembakan pesawat militer Turki oleh Suriah. Pertemuan itu dilakukan atas permintaan Turki selaku negara anggota NATO.

Sementara Perdana Menteri (PM) Turki Recep Tayyip Erdogan berjanji, pemerintahnya akan membalas dengan gigih menyusul insiden yang terjadi pada Jumat, 22 Juni lalu.

"Turki akan menggunakan hak-haknya sesuai hukum internasional dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan dengan menetapkan waktu, tempat dan metodenya sendiri guna menghadapi ketidakadilan ini," cetus Erdogan pada parlemen Turki.

Sebelumnya, pemerintah Turki telah mengirimkan surat mengenai insiden tersebut kepada Dewan Keamanan PBB dan Sekjen PBB Ban Ki-moon.

"Pesawat tidak menunjukkan sikap ataupun manuver bermusuhan dan terbang dengan sistem identifikasi yang terbuka. Penembakan terjadi tanpa peringatan sebelumnya," demikian bunyi surat tersebut.

Dubes Turki untuk PBB Ertugrul Apakan menyebut insiden tersebut "ancaman serius bagi perdamaian dan keamanan di wilayah tersebut".

Namun pemerintah Suriah bersikeras bahwa jet tempur Turki tersebut ditembak setelah melintasi wilayah terbang Suriah, yang jelas-jelas merupakan pelanggaran kedaulatan.

Kapal Pencari Suaka Tenggelam di Australia, 123 Orang Selamat


Julia Gillard (AFP)
Canberra, Sebuah kapal pencari suaka lagi-lagi tenggelam dalam perjalanan menuju Christmas Island, Australia. Sekitar 123 orang telah berhasil diselamatkan.

Hal tersebut disampaikan Perdana Menteri (PM) Australia Julia Gillard kepada parlemen Australia seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (27/6/2012).

Dikatakan Gillard, antara 123 dan 133 orang dilaporkan berada di kapal tersebut. Sebelumnya diberitakan kapal tersebut mengangkut sekitar 150 orang.

"Saat kita berbicara ini, saya diberi tahu bahwa 123 orang telah diselamatkan," kata Gillard.

Menurut juru bicara Otoritas Keselamatan Maritim Australia, kapal pencari suaka tersebut tenggelam pada Rabu ini sekitar 107 mil laut sebelah utara Christmas Island di Samudera Hindia. Belum diketahui asal negara para pencari suaka tersebut.

Insiden ini terjadi hanya beberapa hari setelah kapal pencari suaka lainnya tenggelam di wilayah perairan yang sama. Kapal yang mengangkut 200 pencari suaka itu tenggelam di perairan Samudera Hindia saat dalam perjalanan menuju Christmas Island, Australia pada Kamis, 21 Juni lalu. 

Tim penyelamat berhasil menyelamatkan 110 orang dalam insiden itu. Sebanyak 17 jasad telah ditemukan, namun puluhan orang lainnya hingga kini tidak diketahui nasibnya.

TV Suriah Diserang, 3 Orang Tewas


Foto: AFP
Damaskus, Sekelompok orang menyerang sebuah stasiun televisi pro-pemerintah di dekat Damaskus, Suriah. Tiga staf TV tewas dalam insiden yang terjadi hari ini.

Menurut kantor berita resmi Suriah, SANA, serangan itu dilakukan para teroris. Selama ini rezim pemerintah Suriah menyebut para pemberontak sebagai "teroris".

Diberitakan SANA seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (27/6/2012), para penyerang juga mengobrak-abrik kantor saluran TV Al-Ikhbariya tersebut. Namun media tersebut tetap mengudara meski adanya serangan tersebut.

"Meski adanya kebrutalan dan kejahatan para teroris dan upaya mereka untuk membungkam suara Suriah... Al-Ikhbariya masih tetap siaran," demikian disampaikan SANA.

Saat ini situasi di Suriah kian memburuk. Pertempuran antara pasukan Suriah dan kelompok-kelompok pemberontak kian intens terjadi di sejumlah wilayah. Menurut kelompok pemantau HAM Suriah, Syrian Observatory for Human Rights, sedikitnya 116 orang tewas dalam pertempuran di Damaskus dan sekitarnya pada Selasa, 26 Juni.

Menurut Observatory, para korban tewas tersebut terdiri dari 68 warga sipil, 41 tentara dan 7 pemberontak.

"Pertempuran ganas terjadi di sekitar posisi-posisi Garda Republik di Qudsaya dan Al-Hama (sekitar 8 kilometer dari Damaskus)," kata kepala Observatory, Rami Abdel Rahman kepada AFP.

Sebelumnya pada Senin, 25 Juni waktu setempat, sebanyak 95 orang tewas, termasuk 61 warga sipil, dalam serangan militer Suriah ke basis-basis pemberontak di sejumlah daerah di Suriah. Menurut Observatory, pergolakan yang terjadi di Suriah sejak Maret 2011 lalu telah merenggut lebih dari 15 ribu nyawa.

Tewas Saat Selamatkan Foto Pemimpin Korut, Anak Ini Dapat Penghargaan


rakyat Korut meratapi kematian Kim Jong-il (AFP)
Pyongyang, Pemerintah Korea Utara (Korut) memberikan penghargaan anumerta kepada seorang anak perempuan berumur 14 tahun yang tewas tenggelam saat banjir melanda rumahnya. Anak tersebut terbawa arus banjir saat mencoba menyelamatkan foto-foto mendiang pemimpin Korut.

Atas perbuatan heroiknya itu, Han Hyon-Gyong mendapatkan penghargaan Kim Jong-Il Youth Honour Award dan sekolahnya akan dinamai seperti namanya. Demikian diberitakan surat kabar milik partai berkuasa Korut,Rodong Sinmun seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (27/6/2012).

Orangtua Han, guru dan empat orang lainnya termasuk pemimpin liga pemuda Han juga menerima penghargaan. 

Han meninggal pada 11 Juni lalu saat mencoba menyelamatkan foto-foto mendiang Kim Il-Sung dan Kim Jong-Il dari rumahnya yang terendam banjir di daerah Sinhung, Provinsi Hamkyong Selatan. Saat Han terseret arus banjir, gadis kecil itu mengangkat foto-foto tersebut ke atas sehingga tidak terkena air banjir.

Dinasti Kim yang telah menguasai Korut sejak tahun 1948, banyak dipuja-puji oleh rakyat negeri komunis itu. Sebelumnya telah beberapa kali terdengar kisah-kisah mengenai korban banjir yang rela membahayakan bahkan mengorbankan nyawa mereka demi menyelamatkan foto-foto tersebut.

Pada tahun 2007, kantor berita resmi Korut, KCNA memberitakan seorang petani kehialngan istri dan anaknya dalam bencana tanah longsor. Namun petani itu berhasil menyelamatkan foto-foto penguasa Korut. Selain itu diberitakan pula seorang pekerja pabrik yang berhasil menyelamatkan foto-foto itu namun kehilangan putrinya yang berumur 5 tahun.

Foto-foto bapak pendiri Korut Kim Il-Sung dan putranya, Kim Jong-Il ada di mana-mana di berbagai penjuru Korut -- digantung di rumah-rumah, kantor-kantor dan gedung-gedung publik. Foto-foto tersebut diwajibkan dipasang di bagian tengah dinding dan tak boleh ada gambar-gambar lain yang dipasang. 

Kim Jong-il wafat pada Desember 2011 lalu dan kekuasaannya diserahkan kepada putranya, Kim Jong-Un yang masih berumur 20-an tahun.

Label