Atas perbuatan heroiknya itu, Han Hyon-Gyong mendapatkan penghargaan Kim Jong-Il Youth Honour Award dan sekolahnya akan dinamai seperti namanya. Demikian diberitakan surat kabar milik partai berkuasa Korut,Rodong Sinmun seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (27/6/2012).
Orangtua Han, guru dan empat orang lainnya termasuk pemimpin liga pemuda Han juga menerima penghargaan.
Han meninggal pada 11 Juni lalu saat mencoba menyelamatkan foto-foto mendiang Kim Il-Sung dan Kim Jong-Il dari rumahnya yang terendam banjir di daerah Sinhung, Provinsi Hamkyong Selatan. Saat Han terseret arus banjir, gadis kecil itu mengangkat foto-foto tersebut ke atas sehingga tidak terkena air banjir.
Dinasti Kim yang telah menguasai Korut sejak tahun 1948, banyak dipuja-puji oleh rakyat negeri komunis itu. Sebelumnya telah beberapa kali terdengar kisah-kisah mengenai korban banjir yang rela membahayakan bahkan mengorbankan nyawa mereka demi menyelamatkan foto-foto tersebut.
Pada tahun 2007, kantor berita resmi Korut, KCNA memberitakan seorang petani kehialngan istri dan anaknya dalam bencana tanah longsor. Namun petani itu berhasil menyelamatkan foto-foto penguasa Korut. Selain itu diberitakan pula seorang pekerja pabrik yang berhasil menyelamatkan foto-foto itu namun kehilangan putrinya yang berumur 5 tahun.
Foto-foto bapak pendiri Korut Kim Il-Sung dan putranya, Kim Jong-Il ada di mana-mana di berbagai penjuru Korut -- digantung di rumah-rumah, kantor-kantor dan gedung-gedung publik. Foto-foto tersebut diwajibkan dipasang di bagian tengah dinding dan tak boleh ada gambar-gambar lain yang dipasang.
Kim Jong-il wafat pada Desember 2011 lalu dan kekuasaannya diserahkan kepada putranya, Kim Jong-Un yang masih berumur 20-an tahun.
Submit Site
0 komentar:
Posting Komentar