Headlines
Tampilkan postingan dengan label Sport. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sport. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 Juni 2012

Dua Atlet Free Ride Internasional Sambangi Jakarta



detiksport/Lucas Aditya
Jakarta - Dua free rider asing, Sam Reynolds asal Inggris dan Yannick Granieri asal Prancis, hadir di Jakarta. Mereka datang untuk meramaikan kompetisi dual slalom dan dirt jump yang diadakan oleh Polygon.

Menumpang pesawat Singapore Airlines dengan nomor penerbangan SQ-920, Sam dan Yannick mendarat di bandara internasional Soekarno-Hatta, Selasa (26/6/2012), pukul 16.05 WIB, setelah menempuh perjalanan selama 14 jam dari London.

"Perjalanan yang sangat panjang dan melelahkan. Namun saya senang bisa berada di sini sekarang ini," jelas Sam, yang baru saja memenangi kompetisifree ride Monster Energy Whitestyle 2012 di Loegang, Austria, awal tahun ini saat ditemui sesaat setelah mendarat.

Yannick yang terlihat ceria saat keluar dari pintu kedatangan terminal 2D, sudah bersiap memberikan hiburan kepada penggemarnya.

Patut diketahui, keduanya pernah melakukan suatu aksi menuruni gunung Bromo dan sebuah areal persawahan di Jatiluwih, Bali, saat datang pertama kali ke Indonesia bulan Februari lalu.

"Apakah saya akan melakukan aksi gila seperti beberapa bulan lalu? Tunggu saja. Yang pasti saya akan memberikan hiburan kepada para penonton disini," ucap pemenang Rock 'n Slopestyle, Frejus 2008, di Prancis.

Sejumlah kegiatan sudah menanti Sam dan Yannick selama di Jakarta. Keduanya akan memberikan coaching clinic kepada komunitas free rider Jakarta pada 28-29 Juni.

"Kedatangan Sam dan Yannick memang lebih banyak bertemu dengan komunitas sepeda dan melakukan kegiatan coaching clinic dirt jump. Sekaligus juga memberikan motivasi kepada rider-rider Indonesia agar semakin giat berlatih dan berprestasi," jelas Abdul Karim, Head PR & Communications Poygon Indonesia.

Satu lagi kegiatan yang dilakukan Sam dan Yannick yakni menjadi juri sekaligus unjuk kebolehan di kompetisi slalom dan dirt jump yang akan berlangsung di sirkuit X-Track, Ancol, Jakarta, pada 30 Juni-1 Juli 2012.

Batik Jadi Seragam Kontingen Indonesia di Olimpiade



Ilustrasi Batik (wikipedia)
Jakarta - Kontingen Indonesia akan memakai seragam batik saat defile Olimpiade 2012. Langkah ini diambil untuk menjunjung tinggi budaya Indonesia di dunia internasional.

Ketua Kontingen Indonesia untuk Olimpiade 2012 Erick Thohir mengatakan, seragam batik itu nanti akan dipakai untuk acara defile yang akan dilaksanakan pada 27 Juli mendatang.

"Per piecenya seharga Rp 1,5 sampai Rp 2 juta. Kami alokasikan dana sekitar Rp 100 juta untuk seragam defile ini," ujarnya di kantor KOI, Jakarta, Senin (18/6/2012).

Batik-batik tersebut selain dipakai atlet untuk defile juga dijual pihak KOI sebagai bentuk promosi. Mereka akan memanfaatkan Pekan Raya Jakarta (PRJ) dengan membuka stand Olimpiade di sana.

Untuk merancang seragam tersebut, KOI menunjuk desainer Yani N. Soemali. Ia mengaku batik-batik buatannya tersebut terinspirasi dari tokoh Raden Ajeng Kartini.

"Batik-batik ini saya terilhami dari Raden Ajeng Kartini. Agat dapat menjadi inspirasi para atlet-atlet yang bertanding di sana untuk mendapatkan medali emas," ujar Yani.

Indonesia akan mengirim kontingen pertama pada 12 Juli mendatang. Setelah itu untuk keseluruhan kontingen Indonesia akan berangkat pada 22 Juli.

KOI Kesulitan Dapatkan Dana dari Pemerintah untuk Olimpiade



Jakarta - Tim Olimpiade Indonesia masih saja memiliki masalah terkait dana. Anggaran yang dipersiapkan oleh pemerintah sampai saat ini belum juga cair.

Menurut ketua kontingen Indonesia untuk Olimpiade 2012, Erick Thohir, dana yang dijanjikan oleh pemerintah hingga kini belum turun. Oleh karena itu pihaknya terus berupaya mendapatkan dana dari pihak sponsor.

"Sampai saat ini dana dari pemerintah belum juga cair. Mereka bilang H-5, kalau begitu lebih baik tidak usah saja. Makanya saya terus mencari sponsor untuk membantu kontingen-kontingen Indonesia di Olimpiade," ujarnya di kantor KOI Senayan Jakarta Rabu (27/6/2012).

"Setahu saya dana dari pemerintah Rp 26 miliar. Tapi saya tidak tahu bagaimana prosesnya sampai sekarang. Karena dana itu diatur oleh swakelola. Kami harus terus mencari dana bantuan," paparnya.

Salah satu bantuan dana yang baru saja didapatkan KOI yaitu berasal dari PT. Indika Energy. Dana tersebut berupa tiket keberangkatan dan bonus para peraih medali emas di Olimpiade 2012.

"Partisipasi kami untuk mendukung Indonesia berlaga di Olimpiade ini tidak lepas dari komitmen kami untuk membangun bangsa dan negara. Hal ini kami lakukan untuk menciptakan semangat untuk terus maju," timpal Rico Rustombi, Group Chief of Corporate Affair PT. Indika Energy.

"Jumlah dananya berapa? Saya tidak bisa sebutkan. Sekitar 50 persen dana dari kami sudah dipakai. Sisanya kapanpun KOI minta segera dicairkan."

Indonesia mengirimkan 20 atlet di Olimpiade 2012. Ke-20 atlet tersebut berasal dari cabang bulutangkis (9 atlet), angkat besi (6), panahan (1), anggar (1), atletik (1), renang (1), menembak (1). 

Label