Headlines
Tampilkan postingan dengan label Food. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Food. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 Juni 2012

Hangat Gurih Kemepul Racikan Soto dari Kudus

Hangat Gurih Kemepul Racikan Soto dari Kudus
Foto: www.detikfood.com
Jakarta - Jika ingin yang hangat-hangat siang ini coba saja soto Kudus ini. Semangkuk mungil soto berisi tauge, suwiran ayam, dan daun bawang, diisiram kaldu mengepul panas. Taburan bawang putih yang royal membuatnya tambah harum lezat!

Udara berangin membuat ingin menyantap yang hangat, kami jadi teringat sebuah rumah makan bernama Soto Kudus Kencana. Rumah makan ini terletak tak jauh dari kantor RCTI - dideretan ruko-ruko samping tol Kebon Jeruk. Maka, segeralah kami menuju ke lokasi.

Seperti layaknya rumah makan soto Kudus yang lain, rumah makan yang berada di dalam ruko ini juga tampil sederhana. Meja-meja kayu merapat di kedua sisi kiri dan kanan dinding. Hampir semua meja terisi karena memang waktu sudah menunjukkan saatnya berbuka puasa. Buat yang datang sendiri, ada sebuah counter besar untuk tempat duduk yang sekaligus berfungsi sebagai meja kasir.

Menu yang tersedia di rumah makan ini cukup sederhana, selain soto Kudus ada pindang dan juga pecel. Untuk soto bisa dipesan dengan memakai nasi terpisah, campur, dan juga lontong. Seporsi soto Kudus dengan nasi terpisah dan segelas es teh manis. Tanpa memesan, si pelayan otomatis langsung menggelar aneka lauk pelengkap soto yang diambil dari etalase. 

Rupanya di counter tersebut juga berfungsi sebagai tempat menaruh pelengkap soto seperti satai telur puyuh, satai kerang, sate hati ampela, perkedel, tahu tempe goreng dan bacem, dan lain-lain. Kesemuanya ditata rapi dalam piring-piring alumunium. Sedangkan di tiap-tiap meja sudah ada sepiring besar kue pisang, pisang goreng, dan kue jentik manis. Wah, meja kami pun jadi tambah meriah dengan aneka penganan yang tersaji di meja.

Sambil menanti soto diracik, sepotong pisang gorengpun jadi pengantar sebelum menuju hidangan berat. Sampai akhirnya seporsi soto Kudus mengepul plus nasi dalam piring terpisah tersaji di hadapan. Saat melirik meja tetangga, agak menyesal karena tidak memesan soto Kudus campur yang disajikan dalam mangkuk kecil persolen yang memang bisa digunakan untuk menyajikan soto ini.

Saat menyeruput kuahnya yang bening sedikit kecokelatan, slurpp... seketika rasa hangat mengalir di tenggorokan dan kemudian seluruh tubuh. Sepertinya tak salah pilih kali in. Kuah soto Kudus Kencana ini gurihnya tak berlebih dengan sensasi bawang putih yang cukup kuat. Taburan kucai dan bawang putih goreng yang royal memenuhi permukaannya. Sebelum mencampurnya dengan kucuran jeruk nipis, sambal dan kecap rasanya lebih mantap. 

Irisan ayamnya juga cukup royal dan menu pelengkapnya membuat nafsu makan semakin bertambah. Terbukti setusuk satai hati ampela, satai telur puyuh dan sebuah perkedel berhasil kami habiskan untuk menemani si soto. Godaan tempe bacem pun terlewat, karena perut yang sudah sesak kekenyangan. Sebagai gantinya beberapa buah pisang gorengpun kami bungkus untuk dibawa pulang.

Seporsi soto Kudus ini dihargai Rp 18.000,00 plus Rp 4500,00 untuk nasi putih. Sedangkan satai dihargai Rp 5000,00 per tusuk, Rp 4000,00 untuk pisang goreng dan Rp 3000,00 untuk perkedel dan es teh manis. Nah, jika siang ini tertarik untuk menikmati kehangatan soto Kudus bolehlah mampir sejenak!

Uniknya Spaghetti Dalam Kolaborasi Rasa Jepang dan Italia

Uniknya Spaghetti Dalam Kolaborasi Rasa Jepang dan Italia
Foto: www.detikfood.com
Jakarta - Resto mungil ini punya hidangan kombinasi Italia dan Jepang yang unik. Spaghettinya dimasak al dente kontras dengan scallop yang kenyal lembut dan tobiko yang memberi sensasi krenyes di mulut. Taburan irisan nori menebar aroma wangi khas Jepang.

Menu unik yang ditawarkan resto mungil ini menggelitik rasa penasaran. Letaknya berada di keramaian Jl. Kemang Raya berada dalam satu bangunan dengan kios batik. Tattoria Il Sale terletak di lantai dua dan ada sebuah pintu khusus yang langsung menuju ke restoran.

Meski terkesan mungil, pengunjung tetap dimanjakan dengan kursi-kursi sofa yang empuk. Selain itu ada sebuah bar mungil ada areaoutdoor yang hanya terdiri dari beberapa kursi saja. Secara keseluruhan bagi saya restoran dengan balutan nuansa hitam putih yang cukup elegan ini sangat nyaman.

Sebagian besar menu yang ditawarkan di Il Sale adalah pizza dan pasta, meski ada pula beberapa menu berbahan dasar nasi. Uniknya di Il Sale hidangannya memakai kombinasi bahan-bahan Jepang dan Italia. Misalkan saja pada spaghetti dan pizza terdapat beberapa bahan Jepang seperti nori, wasabi, dan tobiko.

Sayangnya salah satu menu andalan mereka Pizza Wasabi yang saya incar tidak tersedia. Sebagai gantinya Spaghetti Capassata Merluzzo dan Pizza Al Pollo Salsiccia jadi pesanan saya. Jika nanti perut belum kekenyangan saya juga sudah menetapkan dessert Canolly atau Tiramisu yang jadi andalan Il Sale.

Spaghetti disajikan dalam piring putih lengkap dengan topping nori pada puncaknya. Spaghetti-nya berbalut white sauce yang berselang-seling dengan tobiko berwarna oranye dan irisan scallop yang cukup besar. Wouw... aromanya gurih-gurih wangi khas makanan Jepang!

Spaghetti-nya dimasak al dente, serasi dengan kenyalnya scallop yang segar dan besar. Lamat-lamat terasa tobiko ikut krenyes-krenyes di mulut menambah lezat sajian ini. Karena diaduk dengan spaghetti dan white saus, sebagian tobiko lumer menyatu dan memberi rasa gurih renyah yang enak. Ternyata kolaborasi rasa Italia dan Jepang pun sangat cantik terjelma dalam spaghetti ini.

Pizza Al Pollo Salsiccia ini seperti layaknya pizza gaya Italia lainnya. Kulit pizza-nya tipis garing dan diberi topping tak berlebihan pula. Irisan sosis ayam, irisan jamur shiitake, black olive serta keju mozzarella. Saat digigit hmm... rasanya krenyes enak. Mulurnya mozzarella beradu dengan keju parmesan yang renyah wangi.

Restoran Il Sale ini agakanya disukai oleh orang asing yang tinggal di seputaran Kemang. Rupanya perpaduan citarasa Italia Jepang ini cukup mengena di lidah mereka. Meski begitu harga makanan yang serba unik ini cukup terjangkau kantong. Spaghetti Capassata Merluzzo yang unik dihargai Rp 60.000,00 dan Rp 65.000,00 untuk Pizza Al Pollo Salsiccia. Hmm.. mamma mia, oishii desu!

Jajan Otak-Otak Terenak di Toko Binatu

Jajan Otak-Otak Terenak di Toko Binatu
Foto: www.detikfood.com
Jakarta - Toko binatu yang satu ini memang unik karena justru lebih dikenal sebagai penjual otak-otak dan kelapa muda. Otak-otaknya gendut mengepul hangat dengan citarasa ikan yang sangat kuat. Ditambah seruputan es kelapa muda sueger wah... makin bikin ketagihan!

Siapapun yang pertama kali melihat nama rumah makan ini pastilah bingung. Penjual otak-otak kok memakai nama toko binatu atau laundry? Sebenarnya jual otak-otak atau toko binatu? Hehe... Tapi ternyata jika ditelusuri sejarahnya pemakaian nama tersebut bukan sembarangan, sebab bagi sang pemilik nama tersebut memiliki makna tersendiri.

Pertama kali berdiri Otak-Otak Special Binatu "AN" yang berlokasi di Jl. A M. Sangaji sebenarnya merupakan sebuah toko binatu. Namun di depan tokonya sang pemilik juga menyambi berjualan otak-otak dan kelapa muda. Tanpa disangka justru si otak-otak terjual laris-manis, dan hingga kini sang pemilik masih mempertahankan nama Binatu "AN" tersebut. Setelah puluhan tahun dan telah berganti generasi, Otak-Otak Special Binatu "AN" telah tersohor sebagai salah satu penjual otak-otak terenak di Jakarta.

Kangen dengan otak-otak Binatu "AN" membuat saya kemarin sengaja pergi menyambangi cabang terbarunya yang terletak di Jl. Ratu Kemuning, Jakarta Barat. Di sepanjang jalan ini ramai sekali penjual makanan, mulai dari restoran seafood, shabu-shabu, chinese food, hingga aneka pedagang kaki lima yang makin banyak bermunculan di waktu malam.

Sebenarnya cabang Binatu "AN" yang satu ini merupakan pindahan dari cabang mereka di Tanjung Duren. Tetapi disini tempatnya lebih luas, bersih dan nyaman untuk bersantap berlama-lama. Di bagian depan ada jejeran buah kelapa utuh yang jadi ciri khas Binatu "AN", lengkap dengan area khusus untuk membakar si otak-otak.

Bagian dalamnya ber-AC dengan jejeran meja-meja yang merapat ke sisi kiri dan kanan dinding. Di tiap meja ada sebotol bumbu kacang dari botol kaca transparan, sebotol sambal, dan juga kecap. Secarik kertas mungil di atas meja berisikan aneka menu yang ditawarkan di sini. Tampaknya sang pemilik makin mengembangkan menu-menunya sebab kini mereka juga menjual aneka mi, bihun, kwetiaw, bakso sapi/ikan/cumi, Cakwe, Nasi Tim Ayam, Pempek, dan Rujak Juhi.

Otak-otak dijual satuan dan kini harganya merangkak naik menjadi Rp 5000,00. Selain itu saya juga memesan seporsi bakso ikan plus segelas es kelapa muda ukuran kecil. Untuk minumnya selain kelapa muda, ada kopyor, kelapa hijau dan kelapa lilin yang juga jadi favorit pengunjung.

Semangkok bakso ikan dan segelas es kelapa muda berembun disajikan terlebih dahulu. Sedangkan si otak-otak tampaknya masih dibakar di luar. Bakso ikan ini terdiri dari 5 butir bakso ikan berwarna putih, teksturnya kenyal dengan rasa ikan yang kuat. Kuahnya yang bening kekuningan dengan taburan kucai memberikan sensasi gurih-gurih enak. O ya, saya pun ada cara lain menikmati si bakso ikan ini, yaitu dengan dicocolkan ke bumbu kacang. Rasanya? Nyam.. nyam enak juga loh!

Akhirnya sepiring otak-otak tiba di meja saya. Wah, otak-otaknya masih hangat dengan balutan daun pisang yang sedikit gosong bagian permukaannya. Saat disobek dengan tangan, tampak otak-otak gendut berukuran sekitar 10-15 cm - cukup besar - sebanding dengan harganya. Bumbu kacangnya memang sengaja tampil polos dengan gerusan kacang yang halus. Sehingga sebelum makan tampaknya saya harus meracik dulu bumbu kacangnya dengan menambahkan sedikit kecap dan sambal lalu diaduk rata.

Saat otak-otak dicocolkan ke bumbu kacang nyam nyam... rasanya memang dahsyat enaknya! Perpaduan gurihnya ikan tenggiri dan kenyalnya tekstur otak-otak serasi dengan bumbu kacang yang gurih pedas dengan sedikit semburat asam jeruk limau. Mulut pun jadi tak bisa berhenti mengunyah. Sesekali rasa pedas saya hentikan dengan menghirup es kelapa muda segar yang saya tebus seharga Rp 13.000,00. Buat penyuka otak-otak mampir ke Binatu "AN" aja! Bisa jajan otak-otak enak tanpa harus mencucikan baju lho!

Pedas Menggigit si Kuwe Bakar Balado

Pedas Menggigit si Kuwe Bakar Balado
Foto: www.detikfood.com
Jakarta - Ikan bakar selalu mengundang sensasi dahsyat. Dari aroma wangi yang menebar saat dibakar hingga olesan bumbu yang meresap dalam dagingnya. Yang satu ini justru dibalut dengan bumbu cabai yang pedas menggigit. Ditambah kucuran air jeurk limau yang wangi, hmm... aduhai sedapnya!

Menjelang malam dan terjebak macet, rasanya menyantap seafood jadi pilihan paling pas. Resto ini sebenarnya sudah cukup lama ada di area Wisma Relasi Kebon Jeruk. Hanya saja baru sekali ini kami tergoda untuk mampir.

Dari luar terlihat biasa saja, namun area dalam resto ternyata cukup luas, dengan beragam akuarium dan tempat santap yang bersisian dengan kolam renang. Bintang Laut Seafood ternyata punya beragam pilihan seafood. Hampir semua jenis seafood bisa dipesan. Ikan kuwe, ikan baronang, kepiting, kepiting soka, aneka kerang (hijau, kepa, batu), cumi, dan udang.

Seafood bakar ada beberapa versi membumbuinya. Biasanya berbumbu bawang, kecap, saus Padang dan berbumbu kuning. Olesan bumbu saat seafood dibakar inilah yang menentukan kelezatannya. Jadi tanpa ditambah cocolan sambalpun daging ikan sudah terasa gurih enak.

Bumbu ikan bakar yang ditawarkan di tempat ini sedikit berbeda. Selain bumbu kecap, saus Padang dan bumbu kuning. Ada bumbu tauco balado. Hmm.. karena ingin bersemangat saat makan maka kuwe bakar baladolah yang jadi incaran. Sedangkan besarnya ikan ditentukan oleh yang ada dalam persediaan. Berkisar dari 500 gram – 800 gram per ekor.

Udangpun ditawarkan dalam 8 pilihan bumbu. Saus mentega, saus Padang, saus tiram, saus tauco, saus lada hitam, lada garam, atau digoreng tepung atau dibakar. Wah, semuanya serba menggiurkan. Karena udang telur asin sedang jadi trned di banyak resto, maka kamipun ingin mencicipi udang ini.

Tahu kipas yang menjadi pembuka, cukup menarik. Sebenarnya hanya tahu isi goreng tepung biasa. Isiannya irisan wortel, daun bawang dan udang. Yang unik justru sambal pendampingnya yang mirip saus a la Thai. Berupa irisan halus mangga muda, cabai rawit merah, dan bawang merah yang digenangi sedikit santan. Rasa gurih tahu gorengpun jadi enak dengan semburat rasa pedas gurih sambal ini.

Wah, ikan kuwe balado (Rp. 63.800,00) yang diselimuti dengan sambal sangat menggoda. Hampir semua badan ikan diselimuti sambal yang agak kasar. Bagian pinggirnya sedikit gosong dan kering. Sapuan sambal yang menggigit langsung terasa di lidah diselingi daging ikan kuwe yang lembut gurih. Setelah dikucuri air jeurk limau segar, rasanya jadi makin lengkap. Pedas-pedas gurih dan sedikit asam!

Proses pembakaran di atas bara api membuat kulit dan tulang ikan jadi garing. Tentu saja rasa pedas menggigit ini paling pas diimbangi dengan nasi hangat. Tak perlu cocolan sambal lagi. Untuk menahan rasa pedas enaknya kami justru tak mau merusaknya dengan kecap manis. Benar-benar pedas menyegar dan segar!

Udang galah telur asinnya (Rp. 25.000,00) cukup menarik. Hanya sayang selera saya kurang cocok dengan rasa gurih berlimpah. Udang galah goreng diberi saus telur asin yang agak kental. Awalnya saya justru mengharap saus ini agak kering dan melekat pada udang. Padahal rasa gurih udangnya cukup serasi dengan balutan kuning telur asin yang lembut gurih.

O,ya dari sejumlah sayuran tumis yang ditawarkan dalam menu, baby kailan tumis bawang putih yang jadi pilihan kami. Tumisan kailan muda disajikan dengan gaya Kanton. Diberi bumbu bawang putih cincang dan digenangi dengan saus kanji yang kental lembut. Rasa renyah sayurpun menyatu dengan aroma bawang putih yang kuat dan saus yang kental.

Wah, santap malampun jadi lumayan mengenyangkan. Tak salah jika memilih menghindari kemacetan dengan menyantap seafood di sini. Apalagi suasana cukup tenang sehingga acara makan terasa makin nikmat. Buat penggemar seafood, boleh sekali-sekali menjajal sajian seafood di sini!

Label